Kepala Dinas Pertanian bersama Dirjen Hortikultura Hadiri Panen Raya di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran

Rabu, 31 Januari 2018

Luas areal cabai yang dipanen di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran sekitar 252 hektar. Pada kesempatan itu, Spudnik meminta agar tanaman cabai terus dikembangkan di Pesawaran, sebab produk hortikuktura ini sebagai salah satu produk yang sangat menggiurkan. "Jika dibandingkan dengan produk pertanian lainnya, tanaman cabai lebih menguntungkan. Sekarang saja harga cabai di petani sampai Rp 30.000 per kilogram.

Dalam kesempatan itu juga Spudnik dengan tegas berharap agar para petani tidak selalu memakai pestisida karena dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan. "Saya himbau, jangan terus semprot pakai pestisida. Kenapa, bahaya. Boleh pakai pestisida tapi harus preventif supaya juga mengurangi cost (biaya operasional)," himbau Spudnik.

Dia pun menyarankan menggunakan ikat kuning untuk mengatasi Organisme Penggangu Tanaman (OPT). "Salah satu solusi mengatasi hama misalnya pakai ikat kuning dengan menempelkan lem tikus pada botol plastik yang dicat kuning, lalu tancapin dekat pohon cabai. Dipastikan OPT nya nempel semua pada botol plastik. Soalnya dia (OPT) tertarik dengan warna kuning,"

Untuk lebih mendekatkan hubungan para petani cabai dengan pemerintah pusat, khususnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikuktura, Spudnik mengutarakan agar dibentuk champion sebagai mitra di Pesawaran seperti yang sudah dilakukan di daerah lain di seluruh Indonesia. "Champion inilah menjadi mitra kita nanti dengan tugas mengatur pola tanam supaya cabai tetap tersedia dan harga stabil. Jadi tidak ada kata kekurangan cabai di Pesawaran," ujar Spudnik.

Dengan produksi dan harga yang membaik itu, menurut Selamet, itu merupakan salah satu upaya Ditjen Hortikultura membantu para petani cabai di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pesawaran. "Kami telah menerima bantuan APBN 2017 dari Ditjen Hortikuktura berupa 6 sumur bor, 3 alat kultivator, 35 program cabai lengkap seperti mulsa, bibit, pupuk, hand prayer, dan juga alat pasca panen untuk Koptan Subur dan Tani Makmur," ungkapnya.

Begitu juga dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran Anca Marta Utama yang mengaku bahwa kesuksesan petani cabai di daerahnya tidak terlepas dari perhatian Ditjen Hortikuktura di bawah komando Spudnik Sujono yang turun langsung ke tengah-tengah petani cabai hingga memberikan berbagai bantuan. "Semua bantuan yang diberikan oleh Dirjen Hortikuktura Bapak Spudnik sangat bermanfaat bagi petani kami di sini. Untuk itu kami sampaikan terimakasih kepada Ditjen Hortikultura," ujarnya.